Sektor kesehatan, khususnya di wilayah padat penduduk seperti DKI Jakarta dan Tangerang Raya, menghadapi tantangan stabilitas rantai pasok, terutama selama pandemi COVID-19 yang mengungkap kelemahan mendasar dalam distribusi alat medis dan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh ketahanan rantai pasok terhadap kemampuan, kinerja rantai pasok dan kinerja organisasi, menggunakan metode kuantitatif dengan 253 responden dengan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa ketahanan rantai pasok berpengaruh pada kemampuan dan kinerja rantai pasok, namun tidak signifikan terhadap kinerja organisasi. Kinerja rantai pasok berpengaruh sebagai mediasi ketahanan rantai pasok terhadap kinerja organisasi, sementara kemampuan rantai pasok tidak memiliki pengaruh mediasi. Studi ini merekomendasikan penguatan ketahanan, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk membangun sistem rantai pasok yang tangguh dan adaptif.
Copyrights © 2025