Penelitian ini mengkaji faktor-faktor sosio-politik yang mempengaruhi kemerosotan Ilmu Kalam pada masa pasca Al-Ghazali di dunia Sunni. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis historis-interpretif, penelitian ini mengungkap kompleksitas transformasi pemikiran kalam yang terjadi melalui tiga fase utama: transisi, konsolidasi, dan standardisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemerosotan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terjalin, termasuk fragmentasi politik pasca era Abbasiyah, perubahan pola patronase keilmuan, transformasi institusional dalam sistem pendidikan Islam, dan tekanan eksternal dari invasi Mongol serta Perang Salib. Konvergensi antara tasawuf, fiqh, dan kalam menghasilkan pergeseran orientasi dari kajian teoretis-spekulatif menuju pendekatan praktis-legalistik. Perubahan metodologis dalam transmisi pengetahuan, dari sistem dialektis ke penekanan pada memorisasi, berkontribusi pada menurunnya kreativitas intelektual. Warisan historis dari periode ini terus mempengaruhi upaya revitalisasi pemikiran teologis Islam kontemporer, menciptakan tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan framework teologis yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman.
Copyrights © 2025