Resiliensi dapat dimaknai sebagai kemampuan individu dalam bangkit dan beradaptasi setelah mengalami peristiwa yang sulit, salah satunya adalah kehilangan figur ayah. Resiliensi bagi perempuan dewasa awal yang kehilangan figur ayah dapat membantu mereka untuk bertahan pada banyaknya tekanan di masa peralihan. Untuk itu, penelitian tentang Gambaran Resiliensi pada Perempuan Dewasa Awal yang Kehilangan Figur Ayah Akibat Kematian ini menjadi penting dilakukan untuk mengetahui gambaran resiliensi serta faktor-faktor protektif apa saja yang mempengaruhinya. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Wawancara semi terstruktur dilakukan untuk mengumpulkan data dari ketiga partisipan yang telah kehilangan ayah karena kematian lebih dari dua tahun. Uji keabsahan dilakukan dengan menggunakan member checking, kemudian dilanjutkan dengan Interpretative Phenomenological Analysis sebagai metode analisis data. Hasil penelitian kemudian dijabarkan ke dalam tujuh aspek resiliensi yaitu Regulasi Emosi, Pengendalian Impuls, Optimisme, Analisis Kausal, Empati, Self-Efficacy, dan Reaching Out. Sedangkan faktor protektif yang mempengaruhi resiliensi dijabarkan ke dalam tiga bagian yaitu Karakteristik Individu, Hubungan Keluarga, dan Lingkungan Sosial.
Copyrights © 2025