Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak sedikit menjadi sorotan karena berdampak pada keberlangsungan pembangunan desa. Penelitian-penelitian sebelumnya mengenai efisiensi anggaran belum dibahas secara komprehensif, khususnya terkait pengaruhnya terhadap eksistensi desa. Penelitian ini berfokus pada pertanyaan bagaimana kebijakan efisiensi anggaran memengaruhi eksistensi desa dan sektor publik di tingkat lokal. Untuk menjawab pertanyaan ini, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode analisis Miles dan Huberman yang berfokus pada reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak sedikit menimbulkan dampak negatif, di antaranya penundaan program pemberdayaan masyarakat, penghambatan program prioritas seperti ketahanan pangan dan penanganan stunting, serta pemangkasan anggaran yang berdampak pada keterlambatan pencairan dana desa dan pemotongan gaji perangkat. Konteks tersebut memperlihatkan bahwa efisiensi anggaran yang dimaksudkan untuk mengefektifkan pengeluaran negara justru melemahkan peran desa dalam pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2025