Penelitian ini menganalisis pola sosialisasi lintas generasi nilai-nilai Konfusianisme dalam keluarga Tionghoa di Surabaya di tengah pengaruh modernisasi, globalisasi, dan teknologi. Dengan pendekatan kualitatif berbasis etnografi, penelitian ini mengeksplorasi dimensi Cultural Socialization, yaitu proses pewarisan budaya dari orang tua kepada anak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat partisipan generasi muda (usia 12–27 tahun). Temuan menunjukkan bahwa nilai Ren (kemanusiaan) dan Li (tata cara) tetap konsisten diwariskan, menegaskan perannya dalam menjaga harmoni sosial dan identitas kolektif komunitas. Sebaliknya, nilai Yi (kebajikan), Zhi (kebijaksanaan), dan Xin (integritas) cenderung mengalami pergeseran penerapan akibat pengaruh individualisasi dan globalisasi. Penelitian ini mengungkap bahwa proses sosialisasi budaya semakin melibatkan berbagai sumber, seperti keluarga besar, teman, dan media digital, mencerminkan dinamika baru dalam pewarisan nilai. Temuan ini memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai tradisional diadaptasi oleh generasi muda Tionghoa dalam menghadapi tantangan era digital, meskipun tidak lagi sekuat dulu tetapi generasi muda Tionghoa membangun identitas yang fleksibel namun tetap menghargai akar budaya.
Copyrights © 2025