Meningkatkan kompetensi profesi guru merupakan prioritas utama dalam mencapai pendidikan yang berkualitas, khususnya di Indonesia di mana kesenjangan kemampuan guru tetap signifikan. In-House Training (IHT) semakin diakui sebagai model berbasis sekolah yang efektif untuk pengembangan profesional berkelanjutan karena bersifat kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategis IHT dan perannya dalam meningkatkan kompetensi profesi guru di dua SMP negeri di Kabupaten Ciamis, SMPN 1 Sindangkasih Jawa Barat dan SMPN 2 Cisaga. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan kepala sekolah, koordinator IHT, dan guru yang berpartisipasi. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa kedua sekolah menerapkan IHT melalui proses manajemen sistematis yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, implementasi, dan evaluasi. Perencanaan IHT didasarkan pada data dari Rapor Pendidikan, memastikan bahwa pelatihan memenuhi kebutuhan pedagogis tertentu. SMPN 1 Sindangkasih menekankan perencanaan dan penilaian pelajaran, sedangkan SMPN 2 Cisaga yang ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak berfokus pada pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penilaian formatif yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Hasil kuantitatif dan kualitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat kompetensi guru, dengan lebih dari 90% mencapai kemahiran menengah hingga lanjutan. Selain itu, IHT menumbuhkan budaya kolaborasi profesional dan praktik reflektif di kalangan guru. Namun, evaluasi tetap terbatas pada hasil jangka pendek, yang menunjukkan perlunya pemantauan jangka panjang. Secara keseluruhan, pengelolaan IHT yang efektif berfungsi sebagai mekanisme strategis untuk memperkuat profesionalisme guru dan mempromosikan peningkatan pendidikan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025