Sebagai organisasi yang menangani produksi semen beku untuk inseminasi buatan, UPT Inseminasi Buatan Ternak Provinsi Riau terus berbenah untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya. Salah satu upaya pendekatan dalam membuat suatu pengembangan adalah dengan menggunakan model bisnis. Hal ini penting bagi UPT sebagai unit usaha yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk merancang pengembangan layaknya seperti organisasi bisnis dengan sebaik mungkin. Analisis dilakukan dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) dengan mewawancara responden terkait dengan sembilan elemen BMC di UPT.IBT Provinsi Riau. Dari hasil analisis BMC tersebut kemudian dilanjutkan dengan analisis SWOT pada masing-masing elemen BMC untuk dilakukan penyempurnaan, dan kemudian dilakukan perumusan strategi pengembangannya. Hasil analisis mendapatkan bahwa UPT IBT perlu Peningkatan kompetensi pegawai baik yang akan mengelola sistem informasi yang ada di UPT.IBT ataupun kompetensi teknis terkait proses produksi semen beku. UPT.IBT mengusulkan dan mempersiapkan untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga lebih leluasa dalam menggunakan anggaran sesuai kebutuhan dan dapat meminimalisir alokasi anggaran yang tidak tepat sasaran dan meminimalisir terlambatnya pembelian obat-obatan dan vitamin serta kebutuhan lainnya dalam rangka pemeliharaan Sapi Bull dan proses produksi semen beku. Perbaikan lainnya yaitu dengan diversifikasi produk layanan tidak hanya produksi semen beku sapi bali, tapi juga semen beku sapi jenis lainnya dan semen beku komoditas ternak lainnya seperti kambing, kerbau dan domba serta semen beku sexing.
Copyrights © 2024