Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi pemilihan koleksi buku anak yang diterapkan di SDN Payuddannangger, sebuah sekolah dasar dengan sumber daya terbatas yang berkomitmen untuk menumbuhkan minat baca siswanya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan koordinator perpustakaan, observasi partisipan terhadap proses seleksi dan respons siswa, serta studi dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sekolah ini telah mengembangkan suatu model strategi pemilihan yang komprehensif, yang bertumpu pada empat pilar utama: strategi berbasis kebutuhan dan perkembangan kognitif siswa, pertimbangan kualitas dan kelayakan buku yang ketat, mekanisme prosedur yang partisipatif dan demokratis, serta inovasi dalam mengatasi keterbatasan anggaran. Pembahasan hasil penelitian menegaskan bahwa keefektifan strategi ini terletak pada kemampuannya menciptakan lingkungan yang kaya literasi (literacy-rich environment) melalui ketepatan kurasi, yang selaras dengan teori perkembangan minat baca dan scaffolding. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesuksesan pengembangan koleksi perpustakaan anak tidak bergantung pada kelimpahan anggaran, melainkan pada ketepatan strategi kurasi yang kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan pembaca. Temuan ini diharapkan dapat menjadi model referensi bagi sekolah dasar lain dalam mengembangkan koleksi perpustakaannya.
Copyrights © 2025