Indonesia Medicus Veterinus
Vol. 14 No. 1 (2025)

Kualitas Organ Hati Sapi Bali (Bos sondaicus) yang Diawetkan dengan Plastinasi Menggunakan Silikon Cair

Made Baruna Yuwana Negara (Program Sarjana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234)
I Nengah Wandia (Laboratorium Anatomi dan Embriologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234)
Ni Nyoman Werdi Susari (Laboratorium Anatomi dan Embriologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2025

Abstract

PENDAHULUAN: Plastinasi merupakan metode pengawetan spesimen kadaver anatomi dengan prinsip mengganti cairan atau lipid yang terkandung di dalam spesimen menggunakan material sintetis, seperti silikon.  Plastinasi dapat digunakan sebagai alternatif pengawetan dengan formalin karena dampak negatif yang ditimbulkan oleh formalin.TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan warna, bau dan tekstur terhadap spesimen yang diawetkan dengan metode plastinasi.METODE: Spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua organ hati sapi bali dengan bobot sekitar 2,0-2,5 kg.  Kedua organ hati diplastinasi menggunakan silikon cair RTV-52 (room temperature vulcanized) sebagai material sintetis pada tahap impregnasi.  Tahapan dalam plastinasi meliputi fiksasi, dehidrasi, impregnasi, pembersihan, dan curing.  Tahap fiksasi dilakukan dengan merendam spesimen di dalam formalin 10% selama tujuh hari untuk mencegah autolisis, dilanjutkan dengan dehidrasi menggunakan aseton murni 90% selama dua minggu untuk mengeluarkan cairan dan lipid spesimen, kemudian impregnasi di dalam ruang vakum berisi silikon cair RTV-52 selama dua hari dengan bantuan pompa udara agar silikon cair dapat masuk ke dalam spesimen.  Spesimen kemudian dibersihkan dan diberi katalis bening untuk membantu proses curing atau pengerasan.  Pengamatan pada spesimen dilakukan pada tiap tahapan plastinasi dengan metode pengamatan observasional.HASIL: Spesimen yang diamati pada tiap tahapan menunjukkan adanya perubahan dari segi warna, bau, dan tekstur.SIMPULAN: plastinasi dapat menghasilkan spesimen yang berwarna gelap dan kusam, tanpa bau menyengat, tidak mengiritasi dan memiliki tekstur yang lentur.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

imv

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology Public Health Veterinary

Description

Indonesia Medicus Veterinus accepts scientific articles related to the field of veterinary medicine and animal health. Manuscripts relating to animals and all their aspects are also accepted for publication. The article must have a minimum of two authors. A manuscript written by only one author ...