Ni Nyoman Werdi Susari
Laboratorium Anatomi dan Embriologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Korelasi dan Keragaman Ukuran Lebar Tubuh Kambing Peranakan Etawa (PE) di Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu Justukada Andrew Azarya Ponno; I Putu Sampurna; Ni Nyoman Werdi Susari
Indonesia Medicus Veterinus Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Suara Satwa & Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/imv.2025.v14.i01.p02

Abstract

PENDAHULUAN:  Kambing peranakan etawa merupakan salah satu jenis kambing yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena banyak memiliki keunggulan.  Kambing peranakan etawa memiliki fungsi sebagai penghasil daging dan susu, mampu berkembang biak dengan cepat, serta mampuberadaptasi dengan lingkungan dan pakan yang ada.TUJUAN:  Mengetahui korelasi dan keragaman pada ukuran lebar tubuh kambing peranakan etawa jantan dan betina yang telah dewasa.METODE:  Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 81 ekor kambing peranakan etawa yang terdiri atas 44 ekor jantan dan 37 ekor betina berumur 8-12 bulan dan secara klinis sehat.  Dilakukan analisis biplot dan panjang vektor untuk menggambarkan korelasi antarukuran lebar tubuh kambing, kemudian disajikan dalam bentuk grafik dan tabel.HASIL:  Hasil analisis biplot menunjukkan bahwa lebar leher kambing berkorelasi positif dengan lebar pinggul dan dada tetapi tidak berkorelasi dengan lebar kepala.  Maka dari itu, kambing yang ingin digunakan sebagai bibit maupun digemukkan harus berada di atas letak garis koordinat (Y=-X) atau kambing dengan ukuran lebar tubuh di atas rata-rata.  Hasil panjang vektor menunjukkan moderat (50-100%) dengan panjang vektor terkecil yaitu lebar pinggul 0,8687, lebar leher 0,8787, lebar dada 0,8818, dan lebar kepala 0,9677.  Dengan demikian, hasil panjang vektor semua ukuran lebar dinyatakan seragam.SIMPULAN:  Terdapat perbedaan korelasi pada ukuran lebar tubuh kambing peranakan etawa di Desa Umejero tetapi tidak terdapat perbedaan keragaman padanya.
Kualitas Organ Hati Sapi Bali (Bos sondaicus) yang Diawetkan dengan Plastinasi Menggunakan Silikon Cair Made Baruna Yuwana Negara; I Nengah Wandia; Ni Nyoman Werdi Susari
Indonesia Medicus Veterinus Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Suara Satwa & Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/imv.2025.v14.i01.p04

Abstract

PENDAHULUAN: Plastinasi merupakan metode pengawetan spesimen kadaver anatomi dengan prinsip mengganti cairan atau lipid yang terkandung di dalam spesimen menggunakan material sintetis, seperti silikon.  Plastinasi dapat digunakan sebagai alternatif pengawetan dengan formalin karena dampak negatif yang ditimbulkan oleh formalin.TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan warna, bau dan tekstur terhadap spesimen yang diawetkan dengan metode plastinasi.METODE: Spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua organ hati sapi bali dengan bobot sekitar 2,0-2,5 kg.  Kedua organ hati diplastinasi menggunakan silikon cair RTV-52 (room temperature vulcanized) sebagai material sintetis pada tahap impregnasi.  Tahapan dalam plastinasi meliputi fiksasi, dehidrasi, impregnasi, pembersihan, dan curing.  Tahap fiksasi dilakukan dengan merendam spesimen di dalam formalin 10% selama tujuh hari untuk mencegah autolisis, dilanjutkan dengan dehidrasi menggunakan aseton murni 90% selama dua minggu untuk mengeluarkan cairan dan lipid spesimen, kemudian impregnasi di dalam ruang vakum berisi silikon cair RTV-52 selama dua hari dengan bantuan pompa udara agar silikon cair dapat masuk ke dalam spesimen.  Spesimen kemudian dibersihkan dan diberi katalis bening untuk membantu proses curing atau pengerasan.  Pengamatan pada spesimen dilakukan pada tiap tahapan plastinasi dengan metode pengamatan observasional.HASIL: Spesimen yang diamati pada tiap tahapan menunjukkan adanya perubahan dari segi warna, bau, dan tekstur.SIMPULAN: plastinasi dapat menghasilkan spesimen yang berwarna gelap dan kusam, tanpa bau menyengat, tidak mengiritasi dan memiliki tekstur yang lentur.