Ayam kampung unggul balitbangtan (KUB) merupakan jenis ayam lokal dengan potensi sebagai ayam pedaging dan petelur yang baik. Salah satu penyakit yang umum ditemukan pada peternakan ayam adalah koksidiosis, namun sampai saat ini tingkat kejadian infeksi koksidia dan faktor yang berpengaruh pada ayam KUB ini belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kejadian infeksi koksidia pada ayam KUB pada berbagai kelompok umur yang dipelihara secara intensif. Penelitian dilaksanakan pada tujuh kandang di Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Sebanyak 120 sampel feses segar ayam KUB dikoleksi dari tiga kelompok umur: starter (1 pekan), grower (8 pekan), dan layer (>20 pekan). Pada periode koleksi sampel juga dilakukan pengukuran kepadatan kandang, suhu dan kelembapan udara kandang. Pemeriksaan koksidia di dalam feses dilakukan menggunakan metode pengapungan Whitlock. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Parasitologi, Balai Besar Veteriner Wates, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kejadian infeksi pada ayam KUB fase starter, grower, dan layer masing-masing sebesar 2,5%, 95%, dan 42,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur ayam dengan kejadian koksidiasis (p<0,05). Selain itu, kepadatan kandang dan kelembapan tinggi, terutama pada fase grower, turut berkontribusi terhadap peningkatan kejadian infeksi koksidia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa umur ayam dan faktor manajemen pemeliharaan berperan penting dalam pengendalian infeksi koksidia pada ayam KUB.
Copyrights © 2025