In the animal husbandry industry right now, the use of antibiotics as feed additives hasdrawn a lot of criticism because it causes resistance. Therefore, there is a need for natural feed additives to boost broiler performance. This research aims to investigate the effect of addingciplukan extract (Physalis angulata L.) to drinking water on broiler performance. The researchwas conducted over 30 days using a Completely Randomized Design (CRD) with three treatmentgroups and six replicates. Each replicate involved five broilers with an average initial bodyweight of 49.6±2.48 g. The treatments applied were: P0 (control, only regular drinking water),P1 (drinking water supplemented with 2% ciplukan extract), and P2 (drinking watersupplemented with 4% ciplukan extract). The variables observed in this research included initialbody weight, feed intake, drinking water intake, final body weight, weight gain, and feedconversion ratio (FCR). The results of this research indicate that the addition of ciplukan extractat concentrations of 2% and 4% has a significant effect (P<0.05) on feed intake, FCR anddrinking water intake. However, there is no significant difference (P>0.05) in final body weightand weight gain of broilers with the addition of this extract. In summary, it can be concluded thatthe administration of ciplukan extract at 2% and 4% through drinking water reduces feed intakeand FCR while increasing water intake. However, the addition of ciplukan extract at both levels(2% and 4%) does not significantly increase final body weight and weight gain of broilers duringthe 1-30 day rearing period. ABSTRAK Di dunia peternakan saat ini, pemberian antibiotik sebagai feed additive banyak menuaihal negatif, karena menimbulkan resistensi. Maka perlu adanya feed additive alami dalammemacu performa broiler. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk meneliti dampak penambahanekstrak ciplukan (Physalis angulata L.) pada air minum terhadap performa broiler. Penelitian inidilakukan selama 30 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga jenisperlakuan dan enam kali ulangan. Masing-masing ulangan melibatkan lima ekor broiler denganrata-rata bobot badan awal 49,6±2,48 g. Perlakuan yang diterapkan yaitu: P0 (kontrol, air minumbiasa), P1 (air minum ditambahi 2% ekstrak ciplukan), dan P2 (air minum ditambahi 4% ekstrakciplukan). Variabel yang diteliti dalam penelitian ini meliputi bobot badan awal, tingkatkonsumsi ransum, jumlah konsumsi air minum, bobot badan akhir, pertambahan bobot badan,dan feed conversion ratio (FCR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrakciplukan pada konsentrasi 2% dan 4% memberikan pengaruh signifikan (P<0,05) terhadapkonsumsi ransum, FCR dan konsumsi air minum. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan(P>0,05) pada bobot badan akhir dan pertambahan bobot badan broiler dengan penambahanekstrak ini. Secara ringkas, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak ciplukan sebesar 2%dan 4% melalui air minum dapat mengurangi konsumsi ransum serta FCR, sekaligusmeningkatkan suatu konsumsi air minum. Akan tetapi, penambahan ekstrak ciplukan pada kedualevel tersebut (2% dan 4%) tidak secara berarti meningkatkan bobot badan akhir danpertambahan bobot badan broiler selama periode pemeliharaan 1-30 hari.
Copyrights © 2025