Obyek wisata Tanjung Karang yang terletak di Kabupaten Donggala sudah dikenal oleh hampir seluruh turis dalam negeri maupun luar negeri. Sejumlah wisatawan dari negara-negara di belahan Eropa dan Australia sudah pernah mengunjung obyek wisata ini. Bahkan, setiap tahun terjadi kenaikan kunjungan dari wisnus dan wisman ke obyek wisata ini. Fasilitas wisata yang terdapat pada destinasi wisata tersesebut antara lain snorkling dan diving di area pantai Tanjung Karang. Setelah terjadi pandemi Covid-19, Dimana jumlah wisatawan sempat menurun. Pemerintah Kabupaten Dongga juga sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan fasilitas dan infrastruktur di destinasi wisata Tanjung Karang. Oleh karena itu penting untuk ditentukan prioritas strategi dalam pengembangan Pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini memasukan metode SWOT analysis dan metode analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memastikan prioritas strategi yang dipilih dari hasil SWOT. Hasil dari penelitian ini yaitu mendapatkan urutan prioritas strategi yang beripa memaksimalkan kekuatan utama dengan cara memberikan service and experience sebagai pembeda destinasi, kemudian penguatan berupa Reputasi atau Branding. Ringkasnya adalah SWOT memberi peta strategi, AHP memberi urutan eksekusi. Urutan terpilih menempatkan S1 → S2 → W2/W1 → O1/O2 → T3/T1 sebagai jalur implementasi yang paling berdampak untuk Tanjung Karang.
Copyrights © 2026