Perkembangan industri busana muslim di Indonesia yang semakinpesat mendorong meningkatnya persaingan antar merek, sehinggamemengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusanpembelian. Salah satu perilaku yang banyak muncul ialah impulsive buying, yaitu pembelian yang dilakukan secara spontan tanpaperencanaan sebelumnya. Studi ini bertujuan untuk menganalisispengaruh discount price dan electronic word of mouth (E-WOM) terhadap impulsive buying pada konsumen busana muslim merekKeke, serta menguji peran fear of missing out (FOMO) sebagaivariabel mediasi. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari 210 responden yang ialah konsumen busana muslim Keke di Indonesia melalui penyebaran kuesioner. Metode analisis data yang dipakai ialahStructural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square(PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.1. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya discount price berpengaruhpositif dan signifikan terhadap impulsive buying. Selain itu, electronic word of mouth juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying serta terhadap fear of missing out. Selanjutnya, fear of missing out berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying dan terbukti memediasi secaraparsial pengaruh electronic word of mouth terhadap impulsive buying. Temuan ini mengindikasikan bahwasanya strategi promosiharga dan pengelolaan informasi digital yang efektif bisameningkatkan kecenderungan pembelian impulsif konsumen, terutama ketika didukung oleh rasa takut tertinggal tren. Studi inidiharapkan bisa menjadi referensi bagi pelaku bisnis dalam merancang strategi pemasaran yang lebih tepat di industri busana muslim.
Copyrights © 2026