Stagnasi pertumbuhan transaksi Tabungan Bisnis pada nasabah prioritas Bank Syariah Indonesia (BSI) menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspektasi layanan digital dan kinerja aktual. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan transaksi melalui integrasi Quality Function Deployment (QFD) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Data primer diperoleh dari 310 nasabah prioritas dan 9 pakar perbankan syariah. Hasil QFD menempatkan keamanan informasi (mean = 4,57) sebagai kebutuhan utama, sedangkan AHP menegaskan prioritas teknis pada keamanan berbasis AI (bobot = 0,404) dan keandalan sistem (0,247). Model PLS-SEM menunjukkan kepercayaan digital (β = 0,44, p < 0,001), sikap (β = 0,31, p < 0,01), dan keandalan sistem (β = 0,29, p < 0,05) berpengaruh signifikan terhadap niat bertransaksi, dengan R² = 0,68. Niat perilaku memediasi hubungan atribut teknis dengan perilaku transaksi aktual (β = 0,54, p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa penguatan keamanan digital dan keandalan sistem merupakan strategi kunci untuk meningkatkan keterlibatan transaksi. Penelitian ini menawarkan kerangka integratif QFD–AHP–TPB sebagai dasar pengembangan layanan digital syariah berbasis kepercayaan
Copyrights © 2026