Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siklus produksi beras di Kabupaten Mandailing Natal dalam kerangka economic sustainability yang mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah fluktuasi produksi yang menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan beras daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi data, yaitu menggabungkan hasil wawancara, observasi lapangan, dan data dokumentasi. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan petani, perangkat desa, penyuluh pertanian, dan pihak Dinas Pertanian, sedangkan data sekunder bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) serta Survei Kerangka Sampel Area (KSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ekonomi, efisiensi produksi masih rendah akibat tingginya biaya dan ketergantungan pada pupuk kimia. Secara sosial, kesejahteraan petani masih terbatas meskipun peran kelompok tani dan penyuluh mulai meningkat. Dari sisi lingkungan, penggunaan pupuk kimia berlebih menurunkan kesuburan tanah dan kualitas air. Produksi beras di Mandailing Natal berkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1, 2, 8, dan 12, serta sejalan dengan prinsip maqāṣid syariah yang menekankan keseimbangan antara kesejahteraan ekonomi, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2026