Transformasi digital dalam tata kelola publik memerlukan kesiapan organisasi, kepemimpinan yang efektif, dan kemampuan sumber daya manusia untuk mengadopsi teknologi dengan sukses. Studi ini menganalisis pengaruh kepemimpinan digital dan stres teknologi terhadap adopsi teknologi, dengan budaya organisasi digital sebagai variabel mediasi di kalangan pegawai Sekretariat Daerah Kota Pariaman. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan melalui survei terhadap 106 pegawai negeri sipil dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan digital secara positif dan signifikan mempengaruhi adopsi teknologi dan budaya organisasi digital, sementara stres teknologi secara negatif mempengaruhi budaya organisasi digital tetapi tidak memiliki efek langsung pada adopsi teknologi. Budaya organisasi digital secara positif mempengaruhi adopsi teknologi tetapi tidak memediasi hubungan-hubungan ini.
Copyrights © 2026