Peningkatan jumlah investor muda di Indonesia, terutama Generasi Z, tidak selalu diiringi oleh peningkatan kualitas keputusan investasi yang rasional, mengingat besarnya pengaruh faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh bias perilaku terhadap keputusan investasi Generasi Z di Kota Semarang, dengan overconfidence berperan sebagai variabel mediasi. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif eksplanatori, dengan metode survei terhadap 112 investor Generasi Z berusia 17–27 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis melalui Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil analisis mengungkapkan bahwa bias perilaku memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap overconfidence (β = 0,748; p < 0,001), sementara overconfidence memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap keputusan investasi (β = −0,437; p < 0,001). Selain itu, bias perilaku juga menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap keputusan investasi (β = −0,401; p < 0,001). Lebih lanjut, overconfidence terbukti memediasi pengaruh bias perilaku terhadap keputusan investasi secara signifikan (β = −0,327; p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa keputusan investasi Gen Z cenderung dipengaruhi oleh bias kognitif dan keyakinan berlebihan, sehingga pendekatan keuangan perilaku menjadi kerangka yang relevan dalam memahami perilaku investor muda di Indonesia
Copyrights © 2026