Podcast Login oleh Deddy Corbuzier merupakan medium digital yang menyajikan dialog terbuka mengenai isu keagamaan dengan gaya bahasa santai dan non-formal. Mahasiswa UIN Sunan Kudus, dengan basis pendidikan Islam yang kuat, menjadi audiens krusial untuk memahami efektivitas model dakwah digital ini. Penelitian ini mengeksplorasi resepsi mahasiswa UIN Sunan Kudus terhadap konten yang disajikan dalam Podcast Login yang dipandu oleh Habib Jafar. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian menelaah bagaimana mahasiswa memahami, menginterpretasi, dan merespons tema-tema yang diangkat dalam podcast termasuk isu sosial, psikologis, dan budaya populer serta implikasinya terhadap sikap, opini, dan praktik media mereka. Penelitian kualitatif menggunakan metode analisis resepsi (Stuart Hall). Sampel terdiri dari 15 mahasiswa aktif UIN Sunan Kudus yang diwawancarai secara mendalam. Hasil decoding dikelompokkan menjadi tiga posisi resepsi. Hasil menunjukkan adanya variasi resepsi: sebagian besar informan menempati posisi dominant/preferred reading terhadap gaya bahasa yang digunakan dalam podcast—mereka cenderung setuju karena menilai gaya tutur host bersifat santai, komunikatif, dan tidak memihak sehingga mudah dicerna dan memfasilitasi ruang diskusi. Respon yang setuju ini memperkuat kecenderungan mahasiswa untuk mengadopsi pendapat atau framing tertentu pada isu-isu populer, meskipun pada isu sensitif beberapa informan menunjukkan pembacaan negotiated atau oppositional yang merefleksikan nilai agama dan norma kampus. Faktor penentu resepsi meliputi latar belakang agama, tingkat literasi media, pengalaman pribadi, dan dinamika komunitas kampus. Pembahasan mengaitkan temuan dengan teori encoding/decoding Hall dan konsep konvergensi budaya. Penelitian ini menyarankan pentingnya pendidikan literasi media di perguruan tinggi untuk memperkuat kemampuan analitis mahasiswa terhadap konten digital populer. Resepsi mahasiswa UIN Sunan Kudus bersifat positif dan cenderung setuju dengan format komunikasi yang terbuka, santai, dan non-memihak, membuktikan bahwa gaya komunikasi digital yang adaptif efektif diterima oleh audiens akademik dengan latar belakang keagamaan.
Copyrights © 2025