Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Al-qur’an braille sebagai media dakwah kepada penyandang DSN dan untuk meningkatkan literasi Islam Rohimi, Primi; Nufus, Zahrotun
Islamic Communication Journal Vol 6, No 1 (2021): EDISI JANUARI-JUNI
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2021.6.1.7743

Abstract

People with blind sensory disabilities use da’wa media that make it easier to receive da’wa messages. The purpose of this study was to describe the dakwah among people with visually impaired sensory at the Pendowo Kudus Pendowo Pendowo Kudus Social Services for Sensory Disabilities which includes an overview of dakwah; the use of the Braille Qur'an as a medium of dakwah; and the supporting and inhibiting factors. This research is field research that uses a qualitative approach. The process of collecting data using semi-structured interviews, observation, and documentation. This study concludes that dakwah at the Pendowo Kudus Pendowo Netra Sensory Disability Social Service Center includes an invitation to perform obligatory and sunnah worship. The use of the Braille Qur'an as a medium of dakwah begins with teaching Braille Al-Qur'an reading and writing. The supporting factor of the Braille Qur'an as a medium of dakwah is to know the word of God not only through sound but the tactual nature (touchable/touchable and sound) in the Braille Qur'an which is considered appropriate for people with visually impaired persons. The letters in the Braille Qur'an have similarities with the Latin Braille letters so that they are easier to learn. The paper used also has a special standard, so it is not easily damaged. The inhibiting factor in the use of the Braille Qur'an is the determination to learn. The separated form per juz makes it less practical. Purchases of Braille Korans must go through an order because not every store provides Braille Korans. People with blind sensory disabilities who have wet hands can be an obstacle in the learning process. To be able to master reading in the Braille Qur'an, takes quite a long time because the letters and stakes are written separately in the Braille Qur'an. 
SNA DENGAN NETLYTIC PADA KOLOM KOMENTAR VIDEO YOUTUBE GUS MIFTAH CERAMAH DI GEREJA Primi Rohimi
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 1 No 1 (2021): Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.71 KB)

Abstract

Gus Miftah, salah satu pendakwah dan pengasuh pesantren di Yogyakarta dihujat netizen karena memberikan ceramah di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung, Jakarta. Video ceramah tersebut diunggah di kanal YouTube Gus Miftah official pada 03 Mei 2021 dan sudah ditonton sebanyak 231.240 kali serta mendapat 6.354 komentar. Komentar pengguna YouTube dapat dimaknai sebagai komentar mad’u karena video ceramah adalah video dakwah yang ditayangkan untuk sasaran dakwah tertentu dalam hal ini khalayak dakwah di YouTube. Studi ini akan menganalisis jejaring sosial yang terbentuk dari komentar dalam video Gus Miftah tentang ceramah di gereja. Untuk mengumpulkan komentar maka penelitian ini menggunakan penganalisis Netlytic. Dari hasil analisis jejaring sosial (SNA) didapatkan temuan tentang siapa menyebutkan siapa dan siapa membalas siapa dengan masing-masing hasil diameter, density, reciprocity, centralization, dan modularity. Yang menarik dari analisis ini adalah visualisasi jejaring sosial yang terpusat pada beberapa cluster. Temuan lainnya adalah akun r_alghifari terdapat pada top 10 posters dan users mentioned.
KERAGAMAN ISLAM DALAM FILM INDONESIA BERTEMA ISLAM Rohimi, Primi
Jurnal Dakwah Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.2015.16206

Abstract

Tanggapan umat Islam terhadap film adalah positif selama film digunakan untuk perjuangan umat Islam dan bukan untuk menghancurkan umat. Simbol-simbol Islam ada di dalam perfilman internasional sudah sejak lama. Film Indonesia bertema Islam diproduksi sudah sejak tahun 1960-an.Kemudian pada tahun 1970-an dan 1980-an bermunculan film-film bertema Islam yang misinya serta inti ceritanya memang untuk dakwah Islam. Di antaranya film-film yang dibintangi dan dibuat oleh Rhoma Irama. Film tersebut penuh dengan simbol Islam, baik dalam dialog di antara para tokohnya maupun dalam kostum mereka. Film-film Indonesia bertema Islam bisa dilihat sebagai film sejarah, drama dan laga. Film Indonesia bertema Islam yang bermuatan sejarah tidak hanya membawa misi Islam, namun juga perjuangan, nasionalisme dan patriotisme. Dari film-film Indonesia bertema Islam yang ada, banyak pemikiran, aliran, mazhab dan warna Islam yang merupakan keragaman Islam. Islam yang ditafsirkan beragam oleh umatnya, hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari yang menunjukkan kekayaannya.Meskipun mendapatkan respon yang beragam baik dalam bentuk pro kontra, namun film bisa menjadi media alternatif yang damai dalam menyampaikan keragaman Islam. Makalah ini akan membuka wawasan studi keislaman dan analisis wacana tentang keragaman Islam yang tercapture oleh film Indonesia bertema Islam dari tahun 1980 hingga tahun 2014.
Dekonstruksi Media Sosial Sebagai Media Penyiaran Islam Rohimi, Primi
Jurnal Dakwah Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.2018.19104

Abstract

Akun-akun beberapa ustadz yang aktif dalam media sosial tidak hanya menyiarkan teks agama literer, pesan dakwah yang sifatnya islami, tetapi juga menyiarkan promosi produk komersial. Penelitian ini melakukan dekonstruksi peran, fungsi, dan makna pesan dalam akun-akun ustadz di Twitter sebagai media penyiaran Islam. Selama ini penelitian tentang dekonstruksi lebih berfokus pada teks sastra. Padahal sebagai media sosial, Twitter pun menghasilkan teks yang menimbulkan konstruksi bahkan dekonstruksi. Posisi tulisan ini adalah mengkritisi media sosial sebagai media penyiaran Islam. Akun-akun ustadz @yusuf_mansyur dan @felixsiauw selain menyiarkan konten dakwah islami juga menyiarkan produk komersial milik mereka masing-masing. Akun twitter @yusuf_mansyur misalnya selain mendakwahkan sedekah, sering menyiarkan tentang Paytren yang merupakan aplikasi pembayaran berbagai tagihan. Bahkan ustadz Yusuf Mansyur pernah mendapatkan bully di Twitter karena cuitannya tentang menurunkan kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika dengan cara berdoa. Akun twitter @felixsiauw selain menyiarkan pesan-pesan puitis islami juga sering menyiarkan promosi buku karyanya. Akun @felixsiauw pun pernah membuat kontroversi dengan menyiarkan pernyataan bahwa selfie adalah dosa. Penelitian ini menghasilkan temuan pokok tentang peran, fungsi, dan makna pesan dalam media sosial sebagai media penyiaran Islam sudah bukan lagi otoritas ustadz sebagai ustadz.
STRATEGI KOMUNIKASI KOMPAS TV DALAM MENYAMPAIKAN BERITA AGAMA SECARA AKURAT Saadah, Ni'matus; Rohimi, Primi
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Komunikasi dan Desain Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/an-nida.v16i2.6623

Abstract

This research examines the communication strategies used by Kompas TV in presenting religious news accurately. This research aims to identify and analyze the strategies used by Kompas TV in reporting religious news, with a focus on how they ensure accuracy and sensitivity in their reporting. This research uses a qualitative descriptive method while data is collected through observation, interviews and documentation. The findings show that Kompas TV uses various strategies, including framing, narrative, and perspective, to ensure accuracy and sensitivity in their reporting. This study concludes that effective communication strategies are very important for media organizations such as Kompas TV in managing and presenting religious news accurately and avoiding controversy. The implications of this research are very significant, namely contributing to improving journalism practices in Indonesia, especially in covering religious news.
Penulisan Naskah Dalam Pembuatan Film Pendek “Elegi Melodi” Muna, Riza Aliyatul; Rohimi, Primi
Offscreen Vol 3, No 2 (2024): Offscreen: Journal Of Film and Television (July-December 2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/os.v3i2.4993

Abstract

Penulisan naskah merupakan elemen penting dalam proses pembuatan film. Naskah film pendek “Elegi Melodi” yang bergenre komedi pahit dan memiliki alur campuran ini memerlukan struktur yang mendalam agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menganalisis naskah film pendek “Elegi Melodi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teori struktur tiga babak Aristoteles dalam penulisan naskah film pendek “Elegi Melodi”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktur tiga babak yang terdiri dari Babak I, Babak II, dan Babak III. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik studi dokumenter untuk mengumpulkan final draft naskah film pendek “Elegi Melodi”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan struktur tiga babak pada naskah “Elegi Melodi” memberikan panduan yang jelas dalam membantu menyusun alur cerita. Pada babak I digunakan untuk pengenalan tokoh, babak II berhasil memunculkan konflik, dan babak III menyajikan penyelesaian yang memberikan dampak emosional pada penonton.
Patriarki Dan Femvertising: Eksploitasi Feminisme Sebagai Alat Kapitalisme Dalam Media Amelia, Mita; Rohimi, Primi
Gandiwa Jurnal Komunikasi Vol 4, No 2 (2024): Gandiwa Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/g.v4i2.3520

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena femvertising, yaitu strategi pemasaran yang memanfaatkan nilai-nilai feminisme seperti pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender untuk mempromosikan produk. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana narasi feminisme dalam femvertising digunakan secara manipulatif oleh perusahaan untuk mendukung kepentingan kapitalisme. Data diperoleh melalui analisis narasi dan visual dari kampanye iklan yang mengusung tema feminisme, seperti "Real Beauty" dari Dove dan "Like a Girl" dari Always, serta ditinjau dalam kaitannya dengan praktik bisnis perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dualitas dalam femvertising: di satu sisi, kampanye ini berhasil meningkatkan kesadaran tentang isu kesetaraan gender, namun di sisi lain, sering kali hanya menjadi alat untuk membangun citra positif perusahaan tanpa komitmen nyata terhadap nilai-nilai feminisme. Temuan juga mengungkapkan bahwa representasi perempuan dalam iklan cenderung homogen dan tidak inklusif, mengabaikan kelompok marjinal. Selain itu, terdapat kontradiksi antara pesan pemberdayaan dalam iklan dan praktik perusahaan, seperti ketimpangan gender internal dan eksploitasi tenaga kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun femvertising memiliki potensi untuk mendukung transformasi sosial, implementasinya sering kali lebih berorientasi pada keuntungan komersial daripada perubahan sosial yang berkelanjutan.
PENDAMPINGAN FOTOGRAFI AKTIVITAS WARGA UNTUK MENINGKATKAN INFORMASI DAN PUBLIKASI DESA KLAMBU, JAWA TENGAH Rohimi, Primi; Sunarni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v4i2.1558

Abstract

Abstrak: Desa Klambu Kabupaten Grobogan adalah pusat Kecamatan Klambu yang jarang terpublikasikan. Website pemdes maupun media sosial terkait, masih minim menampilkan foto Desa Klambu yang informatif. Padahal sebagian besar warga Desa Klambu memiliki handphone dan bisa melakukan fotografi aktivitas sehari-hari. Permasalahan tentang minimnya informasi dan publikasi Desa Klambu bisa diatasi dengan pendampingan fotografi aktivitas warga. Lalu bagaimana proses pendampingan tersebut? Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan fotografi aktivitas warga Desa Klambu. Upaya ini dilakukan agar informasi dan publikasi tentang Desa Klambu semakin meningkat. Sesuai dengan format kegiatannya, pendampingan ini dilakukan dengan metode workshop selama 2 hari. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kolaborasi dosen dan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kudus ini bermitra dengan beberapa pihak. Mitra-mitra tersebut adalah pemerintah dan masyarakat Desa Klambu serta Production House Lumpia Picture. Peserta kegiatan berjumlah 15 orang yang merupakan unsur pemerintah dan masyarakat Desa Klambu. Selama workshop, para peserta nampak antusias dan bisa mempraktikkan materi dari Lumpia Picture. Kata Kunci: Pendampingan; media; komunikasi; digital; desa. Abstract: Klambu Village, Grobogan Regency is the center of Klambu District which is rarely published. The village government website and related social media still lack informative photos of Klambu Village. Even though most of the residents of Klambu Village have handphones and able to do photography of daily activities. The problem of the lack of information and publications in Klambu Village can be overcome with assistance in photography of residents' activities. Then how is the assistance process? The purpose of this service is to provide photographic assistance for the activities of Klambu Village residents. This effort is carried out so that information and publications about Klambu Village are increasing. In accordance with the format of the activity, this assistance is carried out by the workshop method for 2 days. Community Service (PKM) is a collaboration between lecturers and students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program (KPI) IAIN Kudus in partnership with several parties. These partners are the government and the people of Klambu Village and the Lumpia Picture Production House. The participants of the activity amounted to 15 people who were elements of the government and the community of Klambu Village. During the workshop, the participants seemed enthusiastic and could practice the material from Lumpia Picture. Keywords: Assistance; media; communication; digital; village
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT BANGKIT DARI PANDEMI VERSI KETOPRAK DI RADIO SUARA KUDUS: REPRESENTASI BUDAYA DI KUDUS Devi, Arina Shafna; Rohimi, Primi
Konvergensi Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/kvg.v5i2.1022

Abstract

Iklan layanan masyarakat merupakan salah satu bentuk komunikasi yang menyampaikan pesan-pesan sosial, baik yang bersifat ajakan maupun himbauan, yang ditujukan kepada masyarakat untuk mengatur kehidupan bermasyarakat melalui perubahan perilaku yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis naskah iklan layanan masyarakat yang berjudul Bangkit Dari Pendemi versi kethoprak. Naskah tersebut terdiri dari tiga bagian, yaitu bahasa, budaya baru, seni tradisi dan pesan moral, dan tradisi ketoprak. Hasil analisis menunjukkan bahwa naskah tersebut berhasil mengintegrasikan berbagai elemen budaya lokal Kudus, termasuk penggunaan bahasa lokal, tradisi ketoprak, dan nilai-nilai gotong royong. Iklan ini berperan penting dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait pencegahan COVID-19 di sektor budaya dan ekonomi kreatif. Iklan ini tidak hanya menyampaikan informasi mengenai protokol kesehatan, tetapi juga berfungsi untuk membangkitkan semangat dan motivasi para pekerja seni dan budaya untuk tetap produktif di tengah tantangan pandemi. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam memahami peran komunikasi periklanan dalam konteks budaya dan sosial di Indonesia
Communication Strategy of Kudus Culture and Tourism in Introducing Religious Tourism to Foreign Tourists Maharani, Anggi Putri; Rohimi, Primi
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v6i2.1675

Abstract

This study examines the communication strategies employed by the Kudus Culture and Tourism Office (Disbudpar) to promote religious tourism to international visitors. The research aims to analyze the effectiveness of these strategies in increasing Kudus' visibility as a religious tourism destination. A qualitative approach with a descriptive method was utilized, incorporating in-depth interviews, direct observations, and document analysis to gather insights from stakeholders, including Disbudpar officials, tour guides, and foreign tourists. The findings indicate that Disbudpar Kudus employs various promotional techniques, including social media campaigns, official websites, and participation in international tourism exhibitions. Social media platforms like Instagram and Facebook serve as primary channels, leveraging visual and interactive content to engage potential tourists. However, challenges remain, such as inconsistent responsiveness to inquiries and a lack of multilingual content. The study highlights the need for more immersive digital strategies to enhance engagement, such as augmented reality (AR) and virtual reality (VR). In conclusion, while the current strategies have contributed to increased international interest in Kudus, further improvements in digital engagement, global partnerships, and technological innovation are necessary to sustain long-term growth. This research provides practical recommendations for optimizing communication strategies to attract more international religious tourists and strengthen Kudus’ position in the global tourism market.