Latar belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk Kabupaten Bangka. Meskipun prevalensi TB di Indonesia masih tinggi, namun tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan TB, khususnya dalam meminum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) masih rendah, hal ini disebabkan karena terapi pengobatan OAT yang membutuhkan waktu cukup lama yaitu minimal 6 bulan, sehingga penderita TB paru menjadi jenuh dan cenderung berhenti berobat.Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Kabupaten Bangka.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non random sampling yaitu total sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur Tingkat kepatuhan berupa kuesioner MARS-5.Hasil: Tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Kabupaten bangka menunjukkan 100% mempunyai tingkat kepatuhan tinggi.Kesimpulan: Tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas sungailiat kabupaten bangka yang tergolong tinggi mengindikasikan keberhasilan implementasi strategi DOTS.
Copyrights © 2025