Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan sejauh mana layanan bimbingan kelompok yang dipadukan dengan teknik role play mampu membantu menurunkan kecenderungan perilaku pemalu pada siswa sekolah dasar. Sikap malu yang muncul secara berlebihan sering kali menghambat kemampuan anak dalam berkomunikasi, bergaul, serta berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Melalui kegiatan bimbingan kelompok, para siswa diarahkan untuk terlibat dalam interaksi positif di lingkungan kelompok kecil yang aman dan suportif. Sementara itu, teknik role play dimanfaatkan sebagai sarana latihan yang memungkinkan siswa mempraktikkan keberanian, menyampaikan pendapat, dan mengembangkan keterampilan sosial melalui permainan peran yang terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Sebanyak 10 siswa kelas IV yang telah diidentifikasi memiliki tingkat pemaluan tinggi menjadi peserta dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, penyebaran angket, serta pencatatan lapangan untuk memperoleh gambaran perubahan perilaku secara komprehensif. Temuan penelitian memperlihatkan adanya penurunan perilaku pemalu yang cukup mencolok setelah siswa mengikuti rangkaian layanan bimbingan kelompok dengan role play. Pada tahap pratindakan, rata-rata tingkat perilaku pemalu berada pada kategori tinggi yaitu 78%. Angka tersebut menurun menjadi 61% pada siklus pertama, dan kembali turun hingga mencapai 43% pada siklus kedua. Hasil ini menegaskan bahwa kombinasi bimbingan kelompok dan role play efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa, membuat mereka lebih berani berpendapat, serta mendorong kemampuan berinteraksi secara lebih terbuka dengan teman sebaya.
Copyrights © 2025