Masalah gizi kurang maupun gizi lebih pada anak usia sekolah dasar masih menjadi perhatian penting karena berpotensi memengaruhi perkembangan kognitif serta pencapaian prestasi belajar. Ketidakseimbangan asupan gizi makro pada anak sekolah dasar dapat berdampak pada kemampuan belajar. Selain faktor gizi, tingkat pendidikan orang tua berperan dalam pola asuh dan pendampingan belajar anak yang turut mendukung prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan gizi makro dan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas V di SDN Adiarsa Timur I. Metode penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan data primer pada 29 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data asupan gizi makro diperoleh melalui food recall 1×24 jam dan dianalisis menggunakan Nutrisurvey 2007, sedangkan data prestasi belajar diambil dari nilai rapor semester ganjil tahun 2025. Tingkat pendidikan orang tua dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki asupan energi, protein, dan lemak dalam kategori cukup, sementara asupan karbohidrat masih tergolong kurang. Prestasi belajar siswa umumnya berada pada kategori sangat baik dan baik, dengan mayoritas orang tua berpendidikan SMA/SMK. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan gizi makro dan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa (p > 0,05).
Copyrights © 2025