Globalisasi dan pluralisme merupakan tantangan utama dalam masyarakat modern yang berdampak pada identitas, nilai, dan interaksi sosial. Filsafat Islam, dengan integrasi antara rasio, wahyu, dan etika, menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk merespons dinamika tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), berupa analisis konseptual-filosofis terhadap pemikiran filsuf Islam klasik maupun kontemporer, seperti Al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Rusyd, Fazlur Rahman, Seyyed Hossein Nasr, Mohammed Arkoun, Nurcholish Madjid, dan M. Amin Abdullah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat Islam mampu memberikan paradigma pengetahuan yang holistik dan etis, membangun kerangka etika global, serta mendukung dialog dan koeksistensi dalam masyarakat plural. Dengan demikian, filsafat Islam dapat berperan sebagai landasan teoretis dan normatif dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pluralisme, serta menjadi paradigma alternatif bagi pembangunan peradaban modern yang berkeadaban, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Copyrights © 2025