Artikel ini membahas rekonstruksi paradigma ilmu berdasarkan pemikiran Ziauddin Sardar, seorang tokoh penting dalam gerakan intelektualisme Islam kontemporer. Dalam konteks globalisasi dan sekularisasi ilmu pengetahuan, Sardar mengusulkan konsep Islamisasi ilmu yang bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan moral dalam ilmu pengetahuan. Melalui pendekatan ini, Sardar berupaya menciptakan sistem keilmuan yang relevan dengan konteks modern, sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi umat Islam. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk menganalisis biografi Sardar, konsep Islamisasi ilmu, dan relevansi pemikirannya dalam pendidikan Islam. Dengan demikian, pemikiran Sardar diharapkan dapat menjadi panduan bagi umat Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam.
Copyrights © 2025