Waduk Cacaban merupakan salah satu perairan darat di Kabupaten Tegal yang memiliki potensi sumber daya ikan untuk menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Catch per Unit Effort (CPUE), Revenue per Unit Effort (RPUE), serta melakukan evaluasi terhadap kelayakan usaha perikanan tangkap menggunakan jaring insang di perairan umum daratan Waduk Cacaban. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, dari populasi nelayan jaring insang sebanyak 99 orang, sehingga diperoleh 80 responden. Jaring insang merupakan alat tangkap yang paling banyak digunakan oleh nelayan di Waduk Cacaban. Hal ini ditunjukkan oleh nilai CPUE tertinggi dibandingkan alat tangkap lainnya setelah dilakukan standarisasi. Berdasarkan data penangkapan bulanan selama satu tahun, nilai rata-rata CPUE pada tahun 2023 mencapai 10,01 kg/trip, sedangkan nilai RPUE sebesar Rp250.309,00/trip. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa usaha penangkapan ikan menggunakan jaring insang memiliki NPV sebesar Rp33.304.637,00/10 tahun, IRR sebesar 80%, R/C ratio sebesar 1,27, dan payback period selama 2 tahun 3 bulan 29 hari. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa usaha perikanan tangkap di Waduk Cacaban layak dan menguntungkan untuk dilanjutkan. Namun demikian, ketersediaan sumber daya ikan di lokasi ini masih bergantung pada kegiatan restocking oleh pemerintah daerah yang tidak selalu dilakukan setiap tahun. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.Title: Evaluation of Gillnet Fishing Business in the Cacaban Reservoir, Tegal RegencyCacaban Reservoir is one of the inland waters in Tegal Regency that possesses fish resources capable of supporting the livelihoods of surrounding communities. This study aims to analyze the Catch per Unit Effort (CPUE), Revenue per Unit Effort (RPUE), and to evaluate the feasibility of the gillnet fishing business in the inland public waters of the Cacaban Reservoir. The research employed a quantitative descriptive method with a purposive sampling technique. The number of respondents was determined using the Slovin formula with a 5% margin of error, resulting in 80 fishermen from a total population of 99 gillnet fishers. Gillnet is the most commonly used fishing gear among fishermen in Cacaban Reservoir, as indicated by the highest CPUE value compared to other standardized fishing gears. Based on monthly catch data for 2023, the average CPUE value was 10.01 kg/trip, and the RPUE value was IDR 250,309/trip. Financial analysis showed an NPV of IDR 33,304,637/10 years, an IRR of 80%, an R/C ratio of 1.27, and a payback period of 2 years 3 months 29 days. These findings indicate that the gillnet fishing business in the Cacaban Reservoir is financially feasible and profitable to continue. Nevertheless, the availability of fish resources in the area still depends on restocking activities by the local government, which are not conducted annually. Therefore, this study can serve as a reference for local policymakers in formulating sustainable fisheries management strategies.EVALUATION OF GILLNET FISHING BUSINESS IN THE CACABAN RESERVOIR, TEGAL REGENCY
Copyrights © 2025