SAJARATUN : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Vol 11 No 2 (2025): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

Jejak Historis Dan Perkembangan Pengobatan Sangkal Putung Di Indonesia: -

Saputro, Leo (Unknown)
Sodiq, Ibnu (Unknown)
Husain, Fadly (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2025

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengobatan tradisional sangkal putung dan perkembangannya secara historis dari masa ke masa. Dimana pengobatan tradisional ini masih ada dan berkembang di masyarakat Indonesia sejak lama. Dengan bergantinya masa dari masa pra kolonial, masa kolonial hingga masa kemerdekaan, keberadaan praktik pengobatan tradisional sangkal putung masih diterima oleh masyarakat hingga saat ini yang menjadi alternatif pengobatan modern yang tidak sepenuhnya merambah pada lingkungan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jejak sejarah pengobatan Sangkal Putung di Indonesia dengan menempatkannya dalam konteks sejarah sosial dan budaya. Penelitian ini berupaya mengungkapkan asal-usul dan perkembangan praktik Sangkal Putung, pola pewarisan pengetahuan antar generasi, serta dinamika posisinya dalam sistem pengobatan masyarakat dari waktu ke waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada kajian kepusatakaan dan penelusuran historis. Metode ini dipilih dengan tujuan utama penelitian tidak untuk melakukan pengujian hipotesis atau mengukur variabel secara kuantitatif, tetapi untuk memahami dan menyusun ulang kisah pengobatan tradisional khususnya praktik pengobatan Sangkal Putung yang dilihat dari aspek sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Sangkal Putung adalah salah satu jenis pengobatan tradisional yang masih eksis hingga saat ini, terutama dalam penanganan patah tulang. Secara sejarah, praktik ini telah ada sejak zaman pra-kolonial sebagai bagian dari pengobatan rakyat dan dijalankan oleh orang-orang yang memiliki keahlian khusus serta pengakuan sosial. Dalam masa kolonial, keterbatasan dan diskriminasi dalam layanan medis modern membuat masyarakat lokal tetap bergantung pada pengobatan tradisional, termasuk Sangkal Putung. Setelah merdeka, meskipun sistem kesehatan modern mulai dibangun, Sangkal Putung terus hidup berdampingan dengan pengobatan medis dalam pola pengobatan ganda. Keberadaan praktik ini hingga saat ini menunjukkan kuatnya kepercayaan masyarakat dan menegaskan posisi Sangkal Putung sebagai bagian dari identitas budaya dan sejarah kesehatan di Indonesia.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

sajaratun

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

Jurnal Sajaratun ini dulu diterbitkan pertama kali bulan Mei 2016 dengan nama Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah UNIFLOR dan diterbitkan 2 kali setahun dalam bulan Mei dan November. Sekarang akan diterbitkan dengan nama SAJARATUN dan terbit pada ...