Kerusakan hutan telah memberikan dampak yang beragam, dan memengaruhi kelangsungan hidup manusia. Manusia adalah salah satu pelaku dari kerusakan hutan tersebut. Artikel ini akan mengkaji ulang pemahaman Batak Toba tentang tondi dengan perspektif “Tubuh Allah” menurut Sallie McFague untuk memberikan tawaran teologis tentang sikap manusia terhadap dengan alam. Untuk menemukan tawaran tersebut, akan dilakukan dialog antara konsep tondi pandangan McFague tentang “Tubuh Allah” dengan menggunakan metode penelitian kualitatif secara khusus pendekatan model sintesis menurut Stephen B. Bevans. Tondi dalam pemahaman Batak Toba memiliki nilai teologis yang mendorong terciptanya relasi yang seimbang antara manusia dengan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjumpaan manusia dengan alam adalah perjumpaan dengan Allah. Perjumpaan tersebut mendorong terciptanya relasi yang seimbang dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025