Pendidikan ramah disabilitas menuntut calon guru memiliki kompetensi komunikasi inklusif, salah satunya melalui penguasaan bahasa isyarat. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon pendidik perlu dibekali kemampuan tersebut agar mampu memberikan layanan pendidikan yang setara bagi peserta didik penyandang disabilitas, khususnya tunarungu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar dalam menggunakan bahasa isyarat sebagai upaya mewujudkan pendidikan ramah disabilitas. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab yang disertai dengan pemaparan materi menggunakan media presentasi serta praktik dasar bahasa isyarat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan dasar mahasiswa PGSD dalam memahami dan menggunakan bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi inklusif. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan respons positif terhadap pelatihan yang diberikan. Dengan demikian, pelatihan bahasa isyarat dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung penguatan pendidikan ramah disabilitas bagi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik di sekolah dasar.
Copyrights © 2025