Jurnal Teologi
Vol 14, No 02 (2025)

Kontekstualisasi Doktrin Gereja tentang Homoseksualitas dalam Dialog dengan Perkembangan Ilmu Pengetahuan Modern

Tamba, Frantiko (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jan 2026

Abstract

ABSTRACT This article critically examines the Catholic Church’s doctrine on homosexuality in dialogue with developments in modern science. Starting from the awareness that Church doctrine unfolds within history, the article explores the tension between traditional moral formulations and contemporary scientific findings on human sexual orientation. The research employs a historical–theological analysis with an interdisciplinary approach, particularly engaging psychology, biology, and genetic, as well as a hermeneutical reading of the Church’s Magisterium. The study finds that some anthropological assumptions underlying traditional moral doctrine are no longer fully aligned with current scientific knowledge, especially in understanding the origins of sexual orientation and the moral responsibility of the subject. The article proposes the framework of the Development of Doctrine as a theological pathway for reformulating the Church’s moral language and approach without undermining the continuity of faith. In this way, dialogue between doctrine and science is not understood as a threat, but as an opportunity to present Church teaching that is more humane, relational, and pastorally relevant.Keywords: Church Doctrine, depositum fidei, reformulation, ecclesial tradition, doctrinal development, theological relevance, Church’s mission    ABSTRAKSI Artikel ini mengulas secara kritis tentang doktrin Gereja Katolik mengenai homoseksualitas dalam dialog dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Berangkat dari kesadaran bahwa doktrin Gereja berkembang dalam sejarah, artikel ini mengkaji ketegangan antara formulasi moral tradisional dan temuan ilmiah mengenai orientasi seksual manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis historis-teologis dengan pendekatan interdisipliner, khususnya dialog dengan psikologi, biologi dan genetika, serta hermeneutika Magisterium Gereja. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian pendapat antropologis yang mendasari doktrin moral tradisional tidak lagi sepenuhnya sejalan dengan pengetahuan ilmiah yang terus berkembang, khususnya dalam memahami asal-usul orientasi seksual dan tanggung jawab moral subjek. Artikel ini mengusulkan penggunaan kerangka Development of Doctrine sebagai jalan teologis untuk mereformulasi bahasa dan pendekatan moral Gereja tanpa mengingkari kontinuitas iman. Dengan demikian, dialog antara doktrin dan ilmu pengetahuan tidak dipahami sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk menghadirkan ajaran Gereja yang lebih manusiawi, relasional, dan relevan secara pastoral.Kata Kunci: Doktrin Gereja, depositum fidei, reformulasi, tradisi Gereja, perkembangan doktrin, relevansi teologis, misi Gereja

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jt

Publisher

Subject

Religion Education Other

Description

JURNAL TEOLOGI bertujuan menyampaikan hasil penelitian dalam bidang teologi kontekstual atau refleksi atas penghayatan iman untuk pengembangan iman dalam konteks Indonesia dan Asia di tengah keanekaragaman agama, budaya, dan persoalan konkret hidup berbangsa. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat ...