Minuman suplemen yang beredar dimasyarakat mengandung senyawa yang dapat menimbulkan adiksi dan hepatotoksik. Honeybee atau madu adalah bahan yang secara empiris dimanfaatkan di masyarakat yang memiliki berbagai kandungan senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini berguna untuk melihat gambaran histologi hepar tikus putih yang diberi madu dengan konsentrasi 20% setelah perlakuan minuman berenergi. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian sebanyak 25 ekor. Hasil makroskopis memperlihatkan bahwa organ hepar berwarna merah kecoklatan, tekstur kenyal dan ukuran cukup bervariasi namun tidak ada perbedaan antara kelompok. Hasil pengamatan mikroskopis memperlihatkan perubahan sel berupa degenerasi dan nekrosis. Uji ANOVA didapatkan nilai sig yaitu 0,393 (≥ 0,05), yang berarti pemberian madu menunjukkan perbaikan histopatologi hepar tikus putih setelah diberi tambahan minuman berenergi.
Copyrights © 2025