Enamel gigi merupakan jaringan yang paling keras yang ada di dalam tubuh manusia yang dibentuk oleh interaksi antara protein matriks dan enzim, terkhusus kadar enzim alkaline phosphatase (ALP). Gangguan dalam regulasi atau aktivitas ALP dapat menyebabkan mineralisasi enamel yang tidak tepat dan meningkatkan risiko terjadinya Developmental Defects of Enamel (DDE) pada gigi permanen. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan kadar enzim ALP dengan kejadian DDE pada anak. A comparative cross-sectional study was conducted on 60 children divided into two groups: normal enamel and DDE. Pemeriksaan enamel gigi menggunakan modified DDE index. Saliva dianalsis dengan metode Kolorimetrik secara duplo. Analisa statistic menggunakan Mann-Whitney test dengan hasil signifikan ketika p < 0,05. Hasil penelitian menunjukan kadar ALP rata-rata pada kelompok enamel normal lebih rendah [5,90 (1,38 – 27,82) mg/mL] dibandingkan dengan kelompok DDE [7,76 (0,13-11,89) mg/mL] dengan perbedaan yang tidak signifikan (p > 0,05). Berdasarkan temuan ini, kadar ALP dalam saliva tidak memiliki hubungan langsung yang kuat dengan DDE, sehingga potensinya sebagai biomarker tunggal untuk deteksi dini DDE terbatas.
Copyrights © 2026