Penelitian ini mengkaji fenomena inflasi dari perspektif ekonomi konvensional dan Islam, serta menganalisis peran investasi sebagai solusi efektif untuk memitigasi dampaknya, khususnya dalam kerangka ekonomi syariah. Inflasi, yang didefinisikan sebagai kenaikan tajam harga barang dan jasa dalam suatu periode waktu, dapat disebabkan oleh inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) ketika permintaan melebihi penawaran, atau inflasi dorongan biaya (cost-push inflation) akibat kenaikan biaya produksi. Dalam ekonomi Islam, inflasi tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi tetapi juga moral dan etika, dengan solusi yang menekankan keuangan syariah serta produksi dan distribusi yang adil. Islam menegaskan pentingnya stabilitas harga pasar sebagai bagian dari maqasid asy- syari’ah untuk melindungi harta dan menjaga keseimbangan sosial, serta mengecam praktik penimbunan dan konsumsi berlebihan. Penelitian ini mengidentifikasi investasi sebagai strategi lindung nilai (hedging) yang krusial terhadap inflasi, sejalan dengan prinsip syariah yang menganjurkan upaya mengurangi risiko untuk menjaga harta. Investasi syariah, baik dalam bentuk aset finansial seperti saham syariah dan sukuk, maupun aset riil seperti emas dan properti, dibahas secara mendalam sebagai instrumen yang sesuai syariah dan berpotensi memberikan keuntungan sekaligus menjaga stabilitas nilai kekayaan. Relevansi strategi investasi Warren Buffett, yang mengedepankan value investing, kesabaran, etika manajemen, analisis keuangan kuat, dan margin of safety, juga dianalisis sebagai panduan yang kompatibel dengan prinsip-prinsip investasi syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, dengan menelaah jurnal ilmiah, buku, fatwa DSN-MUI, dan publikasi relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi syariah menawarkan solusi yang komprehensif untuk menghadapi inflasi, tidak hanya dari segi finansial tetapi juga spiritual dan sosial, dengan mengedepankan keadilan, transparansi, dan keberlanjutan.
Copyrights © 2025