Penelitian kualitatif berdesain fenomenologi ini bertujuan mengungkap proses internalisasi prinsip moral dan ketuhanan sebagai pandangan hidup guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta implikasinya terhadap praktik pembelajaran bermakna. Partisipan berjumlah delapan guru PAI (4 laki-laki, 4 perempuan) dari SMA negeri dan madrasah aliyah di wilayah Bandung Raya yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pada 12 pertemuan kelas, dan analisis dokumen (RPP, jurnal refleksi, catatan siswa). Analisis dilakukan secara tematik dengan pendekatan Braun dan Clarke (2006). Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama yang bersifat spiral dan saling terkait: (1) kehampaan eksistensial sebagai titik awal, (2) ritual malam (tahajud dan istighfar) sebagai mekanisme regenerasi spiritual, dan (3) ruang kelas sebagai arena pembentukan iklim rahmah kolektif yang berangkat dari kerentanan guru. Temuan ini memperkaya Teori Internalisasi Spiral Berbasis Tauhid (Sutrisno & Mulyani, 2023) dengan konsep “spiral terputus” dan “rahmah berbasis kerentanan”. Implikasi praktis meliputi pengembangan modul “Kerentanan Guru sebagai Kekuatan Pedagogis” untuk Kurikulum Merdeka serta program pendampingan kesejahteraan emosional guru PAI
Copyrights © 2026