Kajian orientalisme merupakan disiplin ilmu Barat yang sangat krusial dalam memengaruhi cara pandang dunia terhadap Islam dan Timur. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengertian, objek, ruang lingkup, serta latar belakang munculnya kaum orientalis dari perspektif sejarah dan intelektual. Metodologi yang digunakan adalah analisis literatur kritis terhadap karya-karya orientalis klasik maupun modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientalisme memiliki wajah ganda; di satu sisi memberikan kontribusi signifikan dalam bidang filologi dan dokumentasi manuskrip, namun di satu sisi sarat dengan bias ideologis, kepentingan kolonial, dan agenda misionaris. Objek kajiannya sangat luas, mencakup Al-Qur'an, Hadis, sejarah, hingga hukum Islam, yang sering kali dianalisis menggunakan paradigma Eurosentris. Melalui pemahaman yang mendalam, diharapkan masyarakat akademis dapat menyikapi karya orientalis secara kritis, yakni dengan mengambil manfaat metodologisnya sembari tetap waspada terhadap distorsi fakta yang mungkin muncul. Kesimpulannya, orientalisme tetap relevan sebagai bahan diskusi intelektual untuk memperkuat metodologi studi Islam internal yang lebih objektif dan otoritatif.
Copyrights © 2026