Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Family Therapy untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi ibu muda dalam menjalankan peran keibuan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan modifikasi Borg Gall yang disederhanakan menjadi empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, penyusunan draf model, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Subjek penelitian terdiri dari 15 ibu muda berusia 18–25 tahun yang memiliki anak usia 0–5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Family Therapy yang dikembangkan terdiri dari tiga komponen, yaitu penguatan dukungan keluarga, restrukturisasi komunikasi keluarga, dan pelatihan regulasi emosi. Validasi ahli memperoleh skor 3,65 (kategori sangat valid), sedangkan uji coba terbatas menunjukkan peningkatan kemampuan pengelolaan emosi dengan gain score 0,52 (kategori sedang). Dengan demikian, model Family Therapy yang dikembangkan layak digunakan sebagai intervensi konseling keluarga untuk membantu ibu muda dalam mengelola emosi selama menjalankan peran keibuan.
Copyrights © 2025