Scientific Reasoning Skills dan Creative Thinking Skills merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang esensial dalam pembelajaran abad ke-21, terutama dalam bidang sains. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih rendah di kalangan peserta didik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan capaian scientific reasoning skills dan creative thinking skills siswa serta menganalisis urgensinya dalam pembelajaran fisika di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek 36 siswa kelas XII-1 SMA Negeri 8 Kota Tasikmalaya yang telah mempelajari materi suhu dan kalor. Data dikumpulkan melalui tes dengan indikator scientific reasoning berdasarkan enam aspek Lawson dan creative thinking berdasarkan empat indikator Torrance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata capaian scientific reasoning skills sebesar 51,85% termasuk kategori cukup, sedangkan creative thinking skills sebesar 38,14% tergolong kurang kreatif. Temuan ini menandakan bahwa kemampuan penalaran ilmiah siswa lebih berkembang dibandingkan kemampuan berpikir kreatif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kedua keterampilan tersebut saling terkait dan sama-sama penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran fisika. Diperlukan inovasi model pembelajaran, seperti Creative Problem Solving berbasis Human-Centered Design, agar siswa mampu menyeimbangkan logika ilmiah dengan kreativitas dalam memahami dan menerapkan konsep sains.
Copyrights © 2025