Agroindustri kopi di Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam pengambilan keputusan strategis yang melibatkan banyak variabel dan ketidakpastian. Untuk mengidentifikasi akar permasalahan secara sistematis dan mengelola kompleksitas tersebut, dibutuhkan pendekatan analitis yang tepat. Artikel ini mengkaji penerapan dua metode analisis utama, yaitu Fishbone Diagram dan Kubus Masalah, dalam konteks pengelolaan mutu dan proses produksi agroindustri kopi, khususnya pada tahapan fermentasi. Fishbone Diagram digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab utama dari penurunan mutu produk berdasarkan enam kategori: manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan manajemen. Sementara itu, Kubus Masalah digunakan untuk menganalisis kompleksitas permasalahan melalui dimensi ketidakpastian, jumlah kriteria, dan keterkaitan antar variabel. Integrasi kedua pendekatan ini terbukti efektif dalam memberikan gambaran menyeluruh terhadap persoalan yang dihadapi, sekaligus merumuskan solusi yang lebih terstruktur dan berbasis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Fishbone Diagram dan Kubus Masalah mampu meningkatkan ketepatan analisis serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan rasional dalam pengembangan agroindustri kopi.
Copyrights © 2024