Penelitian ini mengkaji korelasi antara prokrastinasi akademik dan tingkat stress pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang. Fenomena transisi akademik dan beban tugas teknis yang tinggi sering kali memicu perilaku penundaan yang berisiko pada kesehatan mental mahasiswa. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan convenience sampling, data yang didapatkan dari 38 responden terdiri dari (21 laki-laki dan 17 perempuan) melalui kuesioner dan menggunakan skala Likert. Analisis pada data ini menggunakan regresi linear sederhana dan Independent Sample t-Test melalui Microsoft Excel Analysis Toolpak. Temuan penelitian menyebutkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari prokrastinasi terhadap stres akademik, dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,499 dan koefisien determinasi (????2) sebesar 0,249. Hasil ini menunjukkan bahwa prokrastinasi berkontribusi sebesar 24,9% terhadap stres mahasiswa, dengan model regresi Y = 8,847 + 0,542X. tidak ditemukan perbedaan tingkat stres yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan P-value = 0,516 > 0,05. Penundaan pekerjaan juga diperburuk oleh gangguan teknologi dan penggunaan AI yang tidak tepat teridentifikasi sebagai faktor utama pemicu stres. Penelitian ini menyarankan pentingnya manajemen waktu teknis bagi mahasiswa tingkat awal untuk memitigasi tekanan akademik
Copyrights © 2025