Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan downhill running dan uphill running terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 10 atlet yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing diberi perlakuan latihan downhill running dan uphill running selama 6 minggu. Data diperoleh melalui tes lari 100 meter sebelum dan sesudah latihan, kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik latihan downhill running maupun uphill running memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter (hipotesis 1 dan 2 diterima). Namun, berdasarkan hasil uji-t hipotesis ketiga, diperoleh nilai thitung > ttabel yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok latihan. Latihan downhill running memberikan peningkatan kecepatan yang lebih besar dibandingkan uphill running, karena mampu meningkatkan frekuensi langkah dan kecepatan maksimal, sedangkan uphill running lebih berfokus pada penguatan otot tungkai. Kesimpulannya, latihan downhill running lebih efektif dalam meningkatkan kecepatan lari 100 meter dibandingkan uphill running. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi pelatih dan atlet dalam menentukan metode latihan yang tepat untuk meningkatkan performa sprint.
Copyrights © 2025