Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji hubungan antara aktivitas fisik dan daya tahan kardiovaskular pada siswa ekstrakurikuler bulutangkis MAN Sidoarjo. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan sampel 30 siswa laki-laki berusia 15–18 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner IPAQ-SF dan daya tahan kardiovaskular diukur melalui Multi Stage Fitness Test. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aktivitas fisik dan daya tahan kardiovaskular (r = 0,505 dan p = 0,004). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas fisik, semakin baik daya tahan kardiovaskular siswa ekstrakurikuler bulutangkis. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa aktivitas fisik terencana berperan penting dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskular dan dapat dijadikan acuan dalam perencanaan program latihan ekstrakurikuler bulutangkis.
Copyrights © 2026