The impact of pregnant women who experience the risk of chronic energy deficiency (CED) will cause problems for both the mother and the fetus. The role of midwives in overcoming the problem of CED in pregnant women is through the first thousand days of life (HPK) program by providing additional food. Government efforts are made so that midwives as health workers carry out continuity of care. The method used is a descriptive research method with a case study type. The location of the case study was carried out at PMB Mutia Kasih Sani, Semarang Regency. Case study collection started from June-September 2025. The subject in this study was a pregnant woman starting from the third trimester, who was then given care until family planning. The instruments used were observation sheets, interviews and document studies in the form of midwifery care formats. The following results were obtained on pregnancy care, subjective and objective data Mrs. Y, 23 years old G2P1A0, pregnant 28 to 34 weeks, said there were complaints of dizziness and fatigue. It is known that the mother's LILA <23.5 cm. Data analysis is Mrs. Y, 23 years old, G2P1A0 with KEK. The care provided was counseling related to the third trimester of pregnancy, about nutritious food, provision of PMT biscuits and milk for pregnant women. After receiving care, Mrs. Y experienced a normal increase in weight and LILA, and the fetus' weight was also normal. Delivery care on July 2, 2025 at 22.00 WIB, the mother came with complaints of regular contractions and bloody mucus discharge. The delivery process went normally and Mrs. Y's baby was born on July 3, 2025 at 03.00 WIB, crying loudly, APGAR SCORE 8/9/10, male gender, reddish skin color. The care provided followed the 60 steps of APN. The baby's care was known to be 2800 grams in weight, 49 cm in height. There were no abnormalities. The management provided was in accordance with newborn care in theory. During the postpartum period, care was carried out 4x periodic monitoring from 8 hours postpartum to 4 weeks postpartum. During the monitoring, no complaints were found, the mother was able to carry out her role as a mother well. The care provided was tailored to the postpartum period. During the family planning care, the mother stated that she wanted a 3-monthly contraceptive injection because she had completed her postpartum period. All objective examinations were within normal limits. Management included providing counseling about the 3-monthly contraceptive injection, administering the injection, and informing the patient of the date of the follow-up visit. The management provided was in accordance with the theory. Abstrak Dampak ibu hamil yang mengalami resiko kekurangan energi kronik (KEK) akan menimbulkan permasalahan baik pada ibu maupun janin. Peran bidan dalam menanggulangi masalah KEK pada ibu hamil yaitu dengan adanya program seribu hari pertama kehidupan (HPK) dengan pemberian makanan tambahan. Upaya pemerintah dibuat sehingga bidan sebagai tenaga kesehatan melakukan continuity of care. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis studi penelaahan kasus (Case Study). Lokasi pengambilan studi kasus dilakukan di PMB Mutia Kasih Sani, Kab. Semarang. Pengambilan studi kasus dimulai dari Juni-September 2025. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang ibu hamil mulai trimester III, yang kemudian dilakukan asuhan sampai dengan KB. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara dan studi dokumen dalam bentuk format asuhan kebidanan. Didapatkan hasil sebagai berikut pada asuhan kehamilan, data subyektif dan obyektif Ny. Y umur 23 tahun G2P1A0 hamil 28 sampai 34 minggu, mengatakan ada keluhan pusing dan mudah lelah. Diketahui LILA ibu < 23,5 cm. Analisa data yaitu Ny. Y umur 23 tahun G2P1A0 dengan KEK. Asuhan yang diberikan yaitu pemberian konseling terkait masa kehamilan trimester III, tentang makanan bergizi, pemberian biskuit PMT dan susu ibu hamil. Setelah dilakukan asuhan Ny. Y mengalami peningkatan BB dan LILA yang normal, BB janin juga normal. Asuhan persalinan pada tanggal 02 Juli 2025 jam 22.00 WIB ibu datang dengan keluhan kenceng-kenceng teratur dan sudah keluar lendir darah. Proses persalinan berjalan normal dan bayi Ny. Y umur lahir pada tanggal 03 Juli 2025 Jam 03.00 wib, menangis kuat, APGAR SKOR 8/9/10, jenis kelamin laki-laki, warna kulit kemerahan. Asuhan yang diberikan mengikuti 60 langkah APN. Asuhan bayi diketahui BB bayi 2800 gram, PB 49 cm. Tidak ada kelainan. Penatalaksanaan yang diberikan sesuai dengan asuhan bayi baru lahir pada teori. Pada masa nifas asuhan dilakukan 4x pemantauan secara berkala dari 8 jam post partum sampai 4 mingu post partum. Selama pemantauan tidak ditemukan keluhan, ibu sudah dapat menjalankan dengan baik perannya sebagai ibu. Asuhan yang diberikan menyesuaikan masa nifas. Pada Asuhan KB, ibu mengatakan ingin KB suntik 3 bulan karena sudah selesai masa nifas. Pemeriksaan objektif semua dalam batas normal. Penatalakasanaan dilakukan dengan memberikan konseling tentang KB suntik 3 bulan dan kemudian dilakukan penyuntikan KB suntik 3 bulan, serta memberitahu tanggal kunjungan ulang. Penatalaksanaan yang diberikan sesuai dengan teori.
Copyrights © 2025