Continuity of care is continuous care starting from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, neonatal care and quality family planning services which, when implemented completely, are proven to have high effectiveness in reducing mortality and morbidity rates. The research method is a case study. Data collection techniques were obtained using primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews, observations, and examinations. Secondary data were obtained through KIA books and supporting examination results. Data assessment used Varney Management and documented with SOAP. The case study was conducted on April 30, 2025, to September 9, 2025. Comprehensive midwifery care provided lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates to family planning with a frequency of 3 pregnancy visits, 1 delivery, 4 postpartum visits, 4 neonates, and 2 family planning visits. During pregnancy, the mother experienced mild anemia and KEK, which was managed with nutritional health education and iron supplementation. She delivered normally at 39 weeks' gestation at Bina Kasih Hospital. The newborn was born normally and early initiation of breastfeeding (IMD) was performed. The mother's postpartum period was normal, and she chose implant contraception. Comprehensive midwifery care will improve the mother's health and well-being. Abstrak Continuity of care adalah perawatan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, asuhan bayi baru lahir, asuhan post partum, asuhan neonatus dan pelayanan KB yang berkualitas yang apabila dilaksanakan secara lengkap terbukti mempunyai efektifitas yang tinggi dalam menurunkan angka mortalitas dan morbiditas. Metode penelitian adalah study pendekatan kasus (Case Study).Tekhnik pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan. Data sekunder diperoleh melalui buku KIA dan hasil pemeriksaan penunjang. Pengkajian data menggunakan Manajemen Kebidanan Varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Studi kasus dilaksanakan pada tanggal 30 April 2025 sampai 09 September 2025. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 3 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada masa kehamilan ibu mengalami anemia ringan dan KEK dan ditatalaksanakan dengan pendidikan kesehatan nutrisi dan pemberian Fe, ibu bersalin normal pada umur kehamilan 39 minggu di RS Bina Kasih. Bayi baru lahir normal dan dilakukan IMD. Nifas ibu normal, ibu memilih KB Implan. Dengan Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu.
Copyrights © 2025