Petani jagung di Desa Balong, Kabupaten Wonogiri, menghadapi permasalahan dalam proses penanaman biji jagung yang masih bersifat konvensional yang membuat biaya penananam tinggi, serta kurangnya informasi tentang kondisi kelembapan tanah yang berpotensi menyebabkan gagal panen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat penanaman jagung secara otomatis dan alat untuk memantau kelembapan tanah secara real-time berbasis Internet of Things (IoT).Pembangunan alat menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor kelembapan tanah, servo motor, LCD, dan tombol sebagai input. Memanfaatkanaplikasi BLYNK untuk monitoring kelembaban tanah, Telegram untuk notifikasi ke petani, dan Google Spreadsheet untuk pencatatan data. Penelitian ini menggunakan metode prototyping dengan pendekatan studi literatur, observasi, dan wawancara kepada petani lokal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat dapat berfungsi dengan baik pada lahan seluas 6x5 meter, memberikan informasi kelembapan tanah secara akurat dan realtime dapat diakses melalui telegram.
Copyrights © 2025