Erosi merupakan isu penting terkait lingkungan karena berdampak pada kesuburan tanah, kualitas air, dan keseimbangan ekosistem. Model USLE (Universal Soil Loss Equation) dan RUSLE (Revised USLE) merupakan model empiris yang telah banyak digunakan untuk memperkirakan kehilangan tanah. Akan tetapi salah satu komponen yaitu faktor P (praktik pendukung) masih menjadi komponen ketidakakuratan model. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penentuan nilai faktor P pada model prediksi erosi USLE/RUSLE. Penentuan nilai P yang dinilai dari tabel konvensional sering tidak mencerminkan kondisi konservasi aktual di lapangan. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 50 artikel terpilih periode 2010–2025 dengan basis data ScienceDirect dan Scopus. Artikel mencakup jurnal bereputasi internasional dengan kategori Quartil 1 hingga Quartil 3 pada bidang Environmental Science dan Hydrology. Hasil menunjukkan tren yang dominan terhadap integrasi model empiris dengan teknologi Geographic Information System (GIS) dan penginderaan jauh untuk menghasilkan peta P-faktor yang lebih dinamis dan spasial. Beberapa literatur melakukan kalibrasi terhadap faktor P pada model Soil and Water Assessment Tool (SWAT) untuk meningkatkan akurasi estimasi sedimen, sedangkan pendekatan empiris lapangan menghasilkan nilai P yang lebih kontekstual. Pendekatan adaptif berbasis kondisi aktual diperlukan untuk meningkatkan akurasi prediksi erosi.
Copyrights © 2025