Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai risiko yang dihadapi dalam usaha budidaya ikan air tawar di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan Kota Gorontalo serta merumuskan strategi mitigasi yang tepat untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi risiko, penilaian tingkat keparahan dan kemungkinan kejadian menggunakan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta penentuan prioritas risiko melalui Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori utama risiko, yaitu risiko penyakit, cuaca, dan pasar. Risiko yang paling dominan adalah risiko penyakit dengan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 567, diperkuat melalui analisis AHP yang menempatkannya sebagai faktor paling dominan dengan bobot 0,42 yang berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha budidaya ikan. Untuk mengurangi dampak tersebut, strategi mitigasi yang diterapkan meliputi peningkatan biosekuriti, pemantauan kualitas air secara rutin, pelaksanaan pelatihan teknis bagi petugas, serta penguatan kerja sama dengan instansi pemerintah dan lembaga penelitian. Penerapan strategi ini terbukti mampu menekan potensi kerugian dan memperkuat sistem pengelolaan risiko di tingkat unit budidaya. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan guna meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan usaha budidaya ikan di Kota Gorontalo.
Copyrights © 2025