Durian (Durio zibethinus Murr) merupakan komoditas buah tropis bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani dan devisa negara. Sebagai tanaman yang memiliki umur panjang dan produktivitas tinggi, durian memerlukan pengelolaan lahan yang tepat untuk mendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati penerapan teknik konservasi tanah di perkebunan durian PT. Siringo-Ringo, Kabupaten Labuhan Batu. Perkebunan durian di PT. Siringo-Ringo dikenal sebagai salah satu sentra pengembangan durian unggulan di Sumatera Utara yang menerapkan manajemen budidaya berkelanjutan. Penelitian dilakukan melalui metode survei lapangan meliputi observasi langsung dan wawancara dengan staf perkebunan. Data primer dan sekunder dikumpulkan, mencakup kondisi lahan, iklim, serta teknik konservasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik konservasi tanah di PT. Siringo-Ringo diterapkan melalui pendekatan vegetatif dan mekanik. Konservasi vegetatif dilakukan dengan menanam Mucuna bracteata sebagai tanaman penutup tanah (legume cover crop/LCC) untuk mengurangi erosi, meningkatkan kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen, dan menjaga kelembapan tanah. Konservasi mekanik dilakukan dengan pembuatan teras individu (teras tapak kuda) pada lahan miring 15–20°, yang berfungsi untuk mengurangi aliran permukaan, meningkatkan infiltrasi air, dan mencegah kehilangan unsur hara. Penerapan kedua teknik tersebut terbukti efektif dalam menjaga kestabilan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman durian. Namun, pengawasan lapangan dan pemeliharaan teras perlu dioptimalkan agar hasilnya lebih maksimal. Penggunaan mulsa organik dan pemeliharaan rutin direkomendasikan untuk menjaga kualitas tanah dan produktivitas jangka panjang. Kata kunci: Durian, konservasi tanah, Mucuna bracteata, teras tapak kuda, tanaman penutup tanah legum
Copyrights © 2025