Latar Belakang: Tata kelola farmasi RS berperan dalam menjamin mutu dan ketersediaan obat, namun terkendala birokrasi, SDM terbatas, dan tuntutan layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Good Governance (Taat Agama, Aturan, Administrasi, Anggaran) dan Blue Ocean Strategy (BOS) terhadap model tata kelola farmasi di RSUD Sinjai.Metode: Desain cross-sectional dengan 40 orang staf farmasi direkrut sebagai sampel. Instrumen kuesioner tervalidasi dan data dianalisis dengan uji bivariat (Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, dan Korelasi Spearman), serta analisis multivariat berupa Exploratory Factor Analysis (EFA).Hasil: Terdapat perbedaan signifikan persepsi tata kelola berdasarkan jenis kelamin (p=0,006). Analisis korelasi Spearman mengonfirmasi adanya hubungan positif kuat antara item-item kunci 4 TA dan BOS.Kesimpulan: EFA berhasil membentuk model tata kelola tiga faktor yaitu: (1) Efisiensi dan Kolaborasi Tata Kelola (44,3%), (2) Kepatuhan Regulatif dan Nilai Institusional (25,4%), dan (3) Orientasi Inovasi dan Nilai Tambah (7,1%). Integrasi Prinsip 4 TA dan BOS menghasilkan model tata kelola farmasi yang adaptif, efisien, dan berorientasi mutu.
Copyrights © 2025