Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi besar di dunia, dengan prevalensi di Kalimantan Barat mencapai 24,5%. Meskipun kader posyandu diharapkan menjadi garda terdepan pencegahan, keterampilan mereka masih kurang memadai. Penelitian ini bertujuan meningkatkan 25 keterampilan dasar kader posyandu guna mengoptimalkan peran mereka dalam pencegahan stunting di wilayah binaan CSR PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Seluruh populasi yang berjumlah 40 kader dari Desa Pedalaman dan Desa Tanjung Bunut diambil sebagai sampel total. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat (Chi Square).Hasil: Sebagian besar kader tergolong kurang terampil dalam keterampilan dasar posyandu. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa usia (p=0,265) dan tingkat pendidikan (p=1,000) tidak berhubungan dengan keterampilan kader. Namun, lama menjadi kader (p=0,038) terbukti memiliki hubungan yang signifikan secara statistic karena p-value <0,05..Kesimpulan: Dengan demikian, keterampilan kader masih perlu ditingkatkan dan pengalaman lama menjadi kader merupakan faktor penentu keterampilan, sehingga pemberian pelatihan intensif sangat disarankan.
Copyrights © 2025