Pelayanan di Unit Gawat Darurat (UGD) merupakan cerminan mutu layanan sebuah rumah sakit karena bersifat mendesak, kompleks, dan berdampak langsung terhadap keselamatan pasien. Ketidakseimbangan antara beban kerja dokter dengan ketersediaan sumber daya manusia dapat mempengaruhi efektivitas pelayanan, termasuk peningkatan waktu tunggu, keluhan, serta penurunan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis beban kerja dokter umum berdasarkan jumlah pasien, waktu pelayanan, dan jam kerja efektif; (2) menghitung kebutuhan ideal dokter dengan pendekatan Workload Indicators of Staffing Need (WISN); (3) mengidentifikasi kesenjangan antara jumlah dokter tersedia dengan kebutuhan ideal; serta (4) menilai dampak ketidaksesuaian jumlah dokter terhadap mutu pelayanan di UGD RS X Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi beban kerja. Data diperoleh melalui observasi, rekam medis, dan kuesioner kepada pasien. Hasil menunjukkan total waktu pelayanan dokter mencapai 9.393 menit/bulan, sementara waktu kerja efektif hanya 5.760 menit/bulan per dokter. Perhitungan WISN menunjukkan kebutuhan ideal sebanyak 8 dokter, namun hanya tersedia 5 dokter. Dengan demikian, terdapat kesenjangan 3 dokter. Meskipun terjadi ketimpangan tenaga, uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara waktu tunggu dengan keluhan pasien (p=0,112) maupun kepuasan pasien (p=0,724). Terjadi ketidaksesuaian jumlah dokter umum terhadap beban kerja di UGD. Disarankan manajemen rumah sakit melakukan evaluasi dan penyesuaian jumlah tenaga dokter secara berkala berdasarkan beban kerja riil serta meningkatkan sistem monitoring mutu pelayanan
Copyrights © 2025